0
Dikirim pada 12 Agustus 2014 di Nasional

Memanglah tidak beberapa orang yang mengetahui K. H. As’ad Humam. K. H. As’ad Humam lahir pada th. 1933. Beliau alami cacat fisik mulai sejak remaja. Beliau terserang penyakit pengapuran tulang belakang, serta mesti melakukan perawatan di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta sepanjang satu 1/2 th..

Penyakit inilah yang masa datang bikin As’ad Humam tidak dapat bergerak dengan cara leluasa selama hidupnya. Hal semacam ini karena sekujur badannya mengejang serta susah untuk dibungkukkan. Dalam sehari-harinya, sholatnya juga mesti dikerjakan dengan duduk lurus, tanpa ada dapat lakukan posisi ruku’ maupun sujud. Bahkan juga untuk menengok juga mesti membalikkan semua badannya.

Beliau juga bukan hanya seseorang akademisi atau mungkin kelompok terdidik lulusan Pesantren atau mungkin Sekolah Tinggi Islam, beliau cuma lulusan kelas 2 Madrasah Mualimin Muhammadiyah Yogyakarta (Satu tingkat SMP).

Nama asli dari KH As’ad Humam hanya As’ad saja, sedang nama Humam yang ditempatkan dibelakang yaitu nama ayahnya, H Humam Siradj. KH As’ad Humam (alm) tinggal di Kampung Selokraman, Kotagede Yogyakarta. Ia yaitu anak ke-2 dari 7 bersaudara. Darah wiraswasta diwariskan benar oleh orangtua mereka, dapat dibuktikan tidak ada satu juga dari mereka sebagai Pegawai Negeri Sipil. KH Asad Humam sendiri berprofesi juga sebagai pedagang imitasi di pasar Bringharjo, lokasi Malioboro Yogyakarta. Profesi ini mengantarnya berteman dengan KH Dachlan Salim Zarkasyi. Bermula dari silaturahim ini lalu KH As’ad Humam mengetahui cara Qiroati.

Dari Qiroati ini juga lalu nampak gagasan-gagasan KH As’ad Humam untuk mengembangkannya agar lebih memudahkan penerimaan cara ini untuk santri yang belajar Al Quran. Awalilah KH As’ad Humam bereksperimen, serta akhirnya lalu ia tulis, serta ia usulkan pada KH Dachlan Zarkasyi.

Tetapi gagasan-gagasan itu kerapkali tidak diterima oleh KH Dachlan Salim Zarkasyi, terlebih untuk dimasukkan dalam Qiroati, lantaran menurut dia Qiroati yaitu inayah dari Allah hingga tak perlu ada pergantian. Perihal ini pula yang selanjutnya jadikan ke-2 tokoh ”berkonflik”. Hingga selanjutnya nampaklah ide KH As’ad Humam serta Team Tadarus Angkatan Muda Masjid serta Mushalla (Team Tadarus “AMM”) Yogyakarta untuk membuat sendiri dengan pengembangan pemakaian langkah cepat belajar membaca Al-Qur’an lewat cara Iqro.

K. H. As’ad Humam sudah meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Pada awal Februari th. 1996 dalam umur 63 th., beliau di panggil Allah SWT. Beliau hembuskan nafas terakhirnya pada bln. Ramadhan hari Jum’at (2/2) seputar Jam 11 : 30. Jenazah KH. As’ad Humam dishalatkan di mesjid Baiturahman Selokraman Kota Gede Yogya tempat ia mengabdi. Beliau sangatlah layak dikatakan sebagai pahlawan untuk kita seluruhnya. Walau beliau sudah wafat dunia, pengetahuan yang beliau wariskan jadi kebaikan untuk beliau yang selalu mengalir menaikkan kebaikan untuk beliau di segi Allah.
 



Dikirim pada 12 Agustus 2014 di Nasional
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah davidrahman ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 35.315 kali


connect with ABATASA