0
Dikirim pada 09 Agustus 2014 di Nasional

PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ) sudah menggunakan tiap-tiap gerbong pertama serta paling akhir pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) juga sebagai gerbong spesial wanita. Hal semacam itu diaplikasikan untuk memberi kenyamanan pada kaum hawa. Oleh karenanya, tidak heran, gerbong ini diminati oleh penumpang wanita.

Walau demikian, pada jam-jam repot, kenyamanan jauh dari harapan malah lantaran seluruhnya penghuni gerbong itu yaitu wanita.

" Saya tidak sukai gerbong wanita lantaran penuhnya tidak manusiawi. Desak sana-sini plus tidak mau ubahan tempat duduk. Bete juga bila cocok kita sakit selalu tidak ada yang ingin ubahan duduk, " kata Ardani, salah seseorang karyawati bank swasta, yang keseharian memakai KRL Bogor-Sudirman di Stasiun Sudirman, Kamis (7/8/2014).

Oleh karena itu, Ardani juga lebih sukai menumpang di gerbong umum atau mungkin kombinasi. Hal sama juga dirasakan oleh Yosephine, yang bekerja di satu diantara radio Ibu Kota. Tiap-tiap hari, untuk menuju kantornya di bilangan Sudirman, Yosephine naik KRL dari Stasiun Kampus Indonesia serta demikian sebaliknya waktu pulang kerja.

" Mereka sukai egois. Maunya dekat-dekat kipas, tidak mau geser ke. Jadinya penumpang numpuk di pintu, walau sebenarnya di daerah tengah itu lega. Bila di gerbong kombinasi, lebih toleransi sih, " kata Yosephine.

Tidak sama dengan Ardani, walau sebal dengan situasi di gerbong wanita, Yosephine terus pilih untuk menumpangi gerbong wanita dari pada gerbong umum.

" Lebih milih gerbong cewek sih dengan argumen tidak bau serta lebih ngerasa save, " katanya.

Tidak tidak sama jauh dengan Ardani serta Yosephine, beberapa wanita yang tengah hamil juga malas memakai gerbong spesial itu. Mereka bahkan juga hindari gerbong wanita apabila naik pada jam repot.

Diana (28), wanita yang tengah memiliki kandungan lima bln., mengungkap bahwasanya dia kerap tak di beri duduk oleh sesama wanita saat bangku prioritas sudah terisi penuh. " Mereka seluruhnya matanya merem serta pura-pura tak lihat saya. Walau sebenarnya saya telah mengelus-ngelus perut, " kata Diana.

Umumnya, Diana baru memperoleh tempat duduk sesudah mengadu pada petugas keamanan.

Penumpang di gerbong wanita juga di kenal sadis. Mereka tega menyikut penumpang yang lain untuk beroleh tempat duduk. Pengalaman itu di sampaikan oleh Rani (30), karyawati di lokasi Sudirman, Jakarta Selatan.

Tangan Rani pernah ditarik penumpang lain saat dia lari untuk memperoleh tempat duduk. " Saya juga didorong, walau sebenarnya saya telah ingin duduk. Pada akhirnya penumpang itu yang memperoleh bangku, " kata Rani.

Warga Bojonggede itu mengakui telah rasakan sukai duka sesudah nyaris empat th. jadi penumpang setia KRL Commuter Line.

Walau penuh sesak, Rani bakal terus memakai kereta untuk pergi bekerja lantaran angkutan tersebut yang dia anggap paling efisien. " Dari mulai tali BH putus, sepatu, sandal terinjak serta hilang, sampai kaki 'tertukar' telah saya alami. Jadi, nikmati saja. "



Dikirim pada 09 Agustus 2014 di Nasional
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah davidrahman ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 35.313 kali


connect with ABATASA