0
Dikirim pada 09 Agustus 2014 di Nasional

JAKARTA — Mengawal serta memberi jaminan keselamatan untuk presiden serta wakil presiden yaitu pekerjaan utama untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Untuk menanggung keselamatan itu, Paspampres juga sering bikin standard keamanan sangatlah ketat di sekitar presiden atau mungkin wakil presiden yang masuk kelompok very very important person (VVIP).

Tidak heran bila Paspampres lalu dimisalkan juga sebagai perisai hidup lambang negara. Karenanya, Paspampres menyiapkan semua prosedur pengamanan pada VVIP yang dikerjakan dalam jarak dekat, pengamanan perjalanan, keamanan makanan serta medis, sampai penyelamatan VVIP dalam keadaan darurat.

Bekas Komandan Paspampres masa Presiden Megawati Soekarnoputri, Letnan Jenderal (Purn) Nono Sampono, bercerita begitu repotnya lakukan pengamanan untuk orang nomer satu di negeri ini. Pasalnya, Nono mengungkap, keselamatan presiden serta wakil presiden tidak cuma tanggung jawab dari TNI, melainan juga menyangkut prestise suatu negara di mata dunia.

" Bila ada apa-apa, Panglima TNI yang bakal digantung lantaran ini menyangkut nama negara, " tutur Nono waktu dihubungi, Kamis (7/8/2014).

Dalam suatu pengamanan normal, lanjut Nono, Paspampres umum mengaplikasikan pola pengamanan tiga ring. Ring pertama yaitu pengamanan yang paling dekat dengan VVIP. Ring ke-2 serta ketiga ada dilapisi luar seputar VVIP, yang umumnya dijaga oleh TNI serta Polri.

Tiap-tiap presiden serta wakil presiden memperoleh pengawalan dari seputar 300-400 personel dengan jam kerja bergiliran. Menurut Nono, jumlah pengawalan yang menempel ini dapat berubah-ubah tiap-tiap waktunya tergantung pada keperluan serta tingkat ancaman yang ada.

Tetapi, dia menyatakan, untuk sebagian acara seperti upacara 17 Agustus, peringatan HUT TNI, atau mungkin upacara terima tamu kehormatan, telah ada standard yang tidak dapat dirubah oleh siapa juga walau presiden bertukar.

Walau sekian, Nono mengerti tiap-tiap presiden mempunyai style kepemimpinan yang tidak sama juga. Pada zaman Presiden Soeharto, umpamanya, Paspampres diberdayakan dengan cara optimal. Bahkan juga, pengamanan presiden melibatkan unit Koramil serta Kodim lokasi.

" Lalat juga tidak dapat masuk Istana bila zaman Pak Harto, " seloroh Nono.

Sesuaikan dengan tekad kepala negara

Sejak zaman reformasi bergulir, Istana jadi lebih terbuka. Pada saat Presiden Megawati, Nono menjelaskan, pihaknya sering di buat pusing dengan hasrat Megawati yang spontan mau makan nasi goreng di tepi jalan sampai blusukan ke pasar-pasar tradisional.

" Hadapi hasrat presiden itu, kita mesti senantiasa siap sesuaikan, " tutur Nono.

Umpamanya, Megawati tak sukai pengamanan terlalu berlebih waktu lakukan tinjauan ke pasar. Dia juga kerap bersalaman dengan orang-orang dari dalam mobil.

" Bila telah demikian, kita lakukan penebalan pengawalan di sekelilingnya. Pokoknya, Paspampres punya kebiasaan sesuaikan tiap-tiap style presiden, " tuturnya.

Oleh karenanya, Nono mengakui tidak terlampau cemas bakal hasrat Jokowi untuk tidak ingin dikawal terlalu berlebih. Menurutnya, Paspampres pasti mempunyai langkah dalam menanggung keselamatan presiden serta wakilnya.

" Cuma makin tidak ingin dikawal, makin ekstra usaha keras Paspampres. Konsekwensinya memanglah demikian. Oleh karena itu, pasti ada perbincangan pada Komandan Paspampres, Sesmil, dengan presiden serta wapres dipilih masalah pengamanan, " ungkap Nono.

Dia juga meminta jika nanti memang sungguh-sungguh diberikan tampuk kekuasaan paling tinggi di negeri ini, Jokowi dapat juga mengerti pekerjaan Paspampres. Jokowi mesti mengerti bakal resiko ancaman keselamatan terhadapnya yang makin meningkat demikian jadi presiden.



Dikirim pada 09 Agustus 2014 di Nasional
comments powered by Disqus
Profile

“ Haji/Hajjah davidrahman ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
BlogRoll
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 34.057 kali


connect with ABATASA